ANALISIS KOMPARATIF PARADIGMA STRUCTURE-CONDUCT-PERFORMANCE PADA LIMA INDUSTRI DI INDONESIA: SINTESIS KONSENTRASI PASAR, HAMBATAN MASUK, DAN KINERJA

Authors

  • Awanda Noer Mega Pertiwi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya image/svg+xml Author
  • Muhammad Yasin Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Author

DOI:

https://doi.org/10.67429/kemasan.v1i02.42

Keywords:

Structure-Conduct-Performance, Konsentrasi Pasar, HHI, Hambatan Masuk, Studi Komparatif

Abstract

Penelitian ini menyintesis hasil kajian Structure-Conduct-Performance (SCP) pada lima sektor di Indonesia, yaitu minuman kekinian skala UMKM, pengolahan kakao, telekomunikasi seluler, perbankan, dan barang konsumsi cepat habis (FMCG). Tujuannya adalah membandingkan struktur pasar, perilaku pelaku usaha, dan kinerja industri secara seragam, serta menilai kekonsistenan ukuran yang dipakai pada tiap kajian. Metode yang digunakan adalah studi pustaka komparatif dengan penghitungan ulang indikator konsentrasi (CR4, HHI, jumlah perusahaan ekuivalen, dan proksi Minimum Efficient Scale/MES) dari data sekunder yang dilaporkan penelitian-penelitian terdahulu. Hasilnya menunjukkan gradasi konsentrasi yang jelas: pasar minuman kekinian di Kecamatan Tampan tergolong terkonsentrasi rendah (HHI sekitar 823, setara 12 perusahaan berukuran sama), sedangkan telekomunikasi seluler (HHI 3.476) dan perbankan menurut kelompok bank (HHI 2.989–3.004) setara dengan hanya sekitar tiga perusahaan berukuran sama. Industri kakao menunjukkan konsentrasi tertinggi (CR4 di atas 96%). Perilaku strategis bergeser dari diferensiasi produk dan promosi digital pada UMKM, perang harga dan kerja sama infrastruktur pada telekomunikasi, hingga penguasaan distribusi dan diversifikasi pada FMCG. Kinerja menunjukkan bahwa pangsa pasar besar tidak otomatis menghasilkan profitabilitas tinggi; efisiensi internal dan intensitas modal lebih konsisten berkaitan dengan margin. Kajian ini juga mengidentifikasi ketidakseragaman ambang batas klasifikasi dan beberapa inkonsistensi data pada literatur sumber, sehingga perbandingan antarstudi perlu dilakukan dengan hati-hati.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amalia, S. A., & Firmansyah. (2021). Analisis kinerja industri kakao di Indonesia: Pendekatan Structure-Conduct-Performance (SCP). INDICATORS: Journal of Economics and Business, 3(2), 167–176.

Lipczynski, J., Wilson, J. O. S., & Goddard, J. (2005). Industrial organization: Competition, strategy, policy (2nd ed.). Prentice Hall/Financial Times.

Mardiana, Agustina, N. C., & Syofyanita, M. (2025). Analisis SCP (Structure-Conduct-Performance) pada industri minuman kekinian di Kecamatan Tampan. Jurnal Transformasi Ekonomi dan Inovasi Keuangan, 9(4), 14–29.

Octasylva, A. R. P., & Rurianto, J. (2020). Analisis industri telekomunikasi seluler di Indonesia: Pendekatan SCP (structure conduct performance). INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia, 3(3), 391–408.

Putri, S. M., & Amaliah, I. (2025). Globalisasi dalam paradigma Structure-Conduct-Performance: Studi kasus industri fast-moving consumer goods di Indonesia. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi, 5(2), 145–161. https://doi.org/10.23969/jrie.v5i2.272

Rekarti, E., & Nurhayati, M. (2016). Analisis structure conduct performance (SCP) jika terjadi merger Bank Pembangunan Daerah dan Bank BUMN Persero berdasarkan nilai aset dan nilai dana. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis, 2(1), 36–50.

Downloads

Published

2026-11-02

How to Cite

ANALISIS KOMPARATIF PARADIGMA STRUCTURE-CONDUCT-PERFORMANCE PADA LIMA INDUSTRI DI INDONESIA: SINTESIS KONSENTRASI PASAR, HAMBATAN MASUK, DAN KINERJA. (2026). KAJIAN EKONOMI, MANAJEMEN, AKUNTANSI SYARIAH DAN KONVENSIONAL (KEMASAN), 1(02), 68-76. https://doi.org/10.67429/kemasan.v1i02.42