HILIRISASI NIKEL DAN TRANSFORMASI STRUKTUR INDUSTRI PENGOLAHAN DI INDONESIA: TINJAUAN LITERATUR DARI PERSPEKTIF EKONOMI INDUSTRI
DOI:
https://doi.org/10.67429/kemasan.v1i02.37Keywords:
Hilirisasi Nikel, Struktur Industri, Ekonomi Industri, Keterkaitan Antarindustri, Nilai TambahAbstract
Pelarangan ekspor bijih nikel sejak 1 Januari 2020 menggeser tatanan industri berbasis sumber daya alam di Indonesia. Artikel ini membahas bagaimana hilirisasi nikel memengaruhi industri pengolahan dengan meminjam konsep struktur pasar, keterkaitan antarindustri (linkage), nilai tambah, dan eksternalitas, lewat telaah pustaka naratif-integratif yang bersandar pada artikel jurnal, laporan riset, dan data sekunder terbaru. Hasilnya, ekspor berpindah dari bijih mentah ke barang olahan, investasi berdatangan, dan basis pengolahan dalam negeri terbentuk. Baja nirkarat masih menyerap sebagian besar nikel, peningkatan kemampuan teknologi dan fungsi industri belum jauh, nilai tambah belum banyak dinikmati pelaku lokal, dan beban sosial-lingkungannya besar. Pendalaman rantai nilai di dalam negeri, penguatan industri penunjang, dan pembenahan tata kelola lingkungan menentukan kelangsungan hilirisasi.
Downloads
References
Bisnis.com. (2026, 15 September). Memburu Nilai Tambah Lanjutan Hilirisasi Nikel. Diakses melalui: https://ekonomi.bisnis.com/read/20260915/44/2004089/memburu-nilai-tambah-lanjutan-hilirisasi-nikel.
Fitrianto, G., Permana, Y. H., Sanjaya, M. R., Sholihin, M., & Farouqi, M. A. (2025). Examining the linkage and structural transformation effects of nickel industrialization: A case of South Halmahera, Indonesia. Asian Journal of Economic Modelling, 13(3), 358-376.
Herawan, J., & Susilo, Y. S. (2024). Impact of nickel downstreaming in North Maluku: Input-output analysis. Journal of Business and Information Systems (e-ISSN: 2685-2543), 6(2), 294-304.
Hirschman, A. O. (1958). The Strategy of Economic Development. Yale University Press.
Lahadalia, B., Wijaya, C., Dartanto, T., & Subroto, A. (2024). Nickel downstreaming in indonesia: reinventing sustainable industrial policy and developmental state in building the EV Industry in ASEAN. Journal of ASEAN Studies, 12(1), 79-106.
Myllyvirta, L., Hasan, K., Kelly, J., Parapat, J., Adhinegara, B. Y., Rizqiana, A., ... & Utomo, W. T. (2024). Debunking the Value-Added Myth in Nickel Downstream Industry—Economic and Health Impacts.
Sachs, J. D., & Warner, A. (1995). Natural Resource Abundance And Economic Growth. National Bureau of Economic Research.
Satriani, M. D. (2026). Effectiveness of mineral downstreaming policy in encouraging regional economic transformation: A case study of RKEF and HPAL integration in Obi Island, South Halmahera. Jupiter: Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika, 4(2), 72-83. https://doi.org/10.61132/jupiter.v4i2.1351
Widyastuti, N. L., Widiatmoko, U., dan Nugroho, H. (2026). Downstream industrialization and the future of Indonesia's resource-based economy: Resource nationalism, value addition, and structural challenges. Jurnal Perencanaan Pembangunan: The Indonesian Journal of Development Planning, 10(1), 51-65. https://doi.org/10.36574/jpp.v10i1.836.
Yon, M. Y. A. A. H., Habibi, M. N., & Fitrianto, A. R. (2025). Transformasi Ekonomi Berbasis Nilai Tambah: Analisis Hilirisasi Komoditas Nikel Terhadap Keberlanjutan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Indonesian Journal for Entrepreneurial Review, 4(1).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Audita Nazma Olivia, Muhammad Yasin (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



